TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERKAIT DENGAN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) DAN RANTAI NILAI (VALUE CHAIN)
A.
TANTANGAN MENENTUKAN PEMASOK
Tantangan dalam menentukan
pemasok adalah untuk mewujudkan nilai yang akan memenuhi kebutuhan pelanggan. Manajemen
rantai pasok merupakan integrasi aktivitas-aktivitas yang berawal dari
pengadaan barang dan jasa, mengubah bahan baku menjadi barang dalam proses dan
barang jadi, serta mengantarkan barang-barang tersebut kepada para pelanggannya
dengan cara yang efisien. Dalam definisi tersebut, secara umum pemahaman rantai
pasok akan mengandung makna terjadinya aliran material dari awal sampai ke
konsumen dengan memperhatikan faktor ketepatan waktu, biaya, dan jumlah
produknya.
Pemasok atau supplier
merupakan salah satu bagian yang termasuk di dalam segmen. Segmen adalah suatu
subunit dari sebuah perusahaan yang cukup penting dalam pembuatan laporan
kinerja, atau dapat diartikan sebagai kontribusi laba dari berbagai aktivitas
atau unit-unit lainnya dalam organisasi (Hansen & Mowen, 2001) Setiap
pemasok atau supplier pada umunya hampir sama, namun karakteristik yang
dimiliki oleh masing-masing pemasok adalah berbeda. Untuk memperoleh pemasok yang memiliki biaya yang
paling rendah maka diperlukan sebuah metode untuk mengukur efektifitas dan
efisiensi dari setiap pemasok.
Menurut I Nyoman
Pujawan (2005), terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam mengelola supply
chain, yaitu:
1. Kompleksitas struktur supply chain
a. Melibatkan banyak pihak dengan kepentingan yang
berbeda-beda.
b. Perbedaan bahasa, zona waktu dan budaya antar
perusahaan
2. Ketidakpastian
a. Ketidakpastian permintaan
b. Ketidakpastian pasokan: lead time pengiriman, harga
dan kualitas bahan baku
c. Ketidakpastian internal: kerusakan mesin, kinerja
mesin yang tidak sempurna dan ketidakpastian kualitas produk.
B. SISTEM NILAI, RANTAI NILAI DAN PERAN STRATEGIK
PEMASARAN GLOBAL
1.
Sistem Nilai
Dikatakan oleh
Schroeder bahwa mengukur performa supply chain adalah langkah pertama menuju
perbaikan. Sebuah tahapan awal yang perlu ditetapkan dan ditentukan untuk dapat
mencapai tujuan perbaikan tersebut. Schroeder mengemukakan bahwa pada umumnya
ada lima poin penting yang dapat diukur dalam performa supply chain management,
yaitu (Shcroeder, 2007):
1)
Pengiriman
Mengacu pada ketepatan
waktu pengiriman: persentase pesanan dikirimkan secara lengkap dan tidak
melewati pada tanggal yang diminta oleh pelanggan.
2)
Kualitas
Ukuran langsung dari
kualitas adalah kepuasan pelanggan dan dapat diukur melalui beberapa cara.
Salah satunya, dapat diukur terhadap apa yang pelanggan harapkan. Pengukuran
ini erat kaitannya dengan loyalitas pelanggan.
3)
Waktu
Waktu pengisian total
dapat dihitung langsung dari tingkat persediaan. Jika kita mengasumsikan ada
tingkat penggunaan konstan dari persediaan, maka waktu dalam persediaan hanya
tingkat persediaan dibagi dengan tingkat penggunaan.
4)
Fleksibilitas
Fleksibilitas adalah
waktu yang dibutuhkan untuk mengubah volume atau bauran produk dengan
persentase tertentu atau jumlah.
5)
Biaya
Ada dua cara untuk
mengukur biaya. Pertama, perusahaan dapat mengukur total biaya pengiriman,
termasuk manufacture, distribusi, biaya persediaan tercatat, dan biaya rekening
membawa piutang.
2.
Rantai Nilai
Rantai Nilai (Value Chain) adalah strategi dalam
memandang bisnis yang dilihat sebagai rantai aktivitas yang mengubah input
menjadi output yang bernilai bagi pelanggan.
Nilai bagi pelanggan yang merupakan
hasil dari aktivitas perusahaan dibagi menjadi tiga, yaitu:
1)
Aktivitas yang
mampu membedakan produk dengan produk pesaing
2)
Aktivitas yang
mampu menurunkan biaya produk
3)
Aktivitas yang
mampu memenuhi kebutuhan pelanggan
Kerangka value
chain memiliki dua syarat untuk dapat digunakan sebagai salah satu alat
analisis manajemen biaya. Sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan
strategis dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, Syarat-syarat
tersebut adalah:
1)
Data biaya
setiap aktivitas sebagai pendukung analisis value chain,
2) Informasi untuk mendukung analisis product life cycle (daur hidup produk).
3.
Peran Strategik Pemasaran Global
Rantai nilai mengungkapkan tiga macam peranan untuk
pemasaran dalam strategi persaingan global, yaitu :
1) Peranan yang
berkaitan dengan konfigurasi pemasaran. Walaupun banyak kegiatan pemasaran
harus dilakukan dalam setiap negara,value dapat didapatkan dengan memusatkan
beberapa kegiatan pemasaran pada suatu lokasi saja. Servis, contohnya, harus
tersebar disetiap negara. Akan tetapi, pelatihan sebagian dipusatkan pada suatu
lokasi.
2) Peranan kedua
dari pemasaran adalah koordinasi kegiatan pemasaran di seluruh negara untuk
meningkatkan pengetahuan perusahaan. Integrasi ini dapat memiliki berbagai
bentuk, termasuk transfer pengalaman relevan melintasi batas-batas negara dalam
bidang-bidang seperti manajemen pelangganan global, dan penggunaan pendekatan
atau metode serupauntuk riset pemasaran, pemosisian produk, atau kegiatan
pemasaran yang lain.
3) Peranan ketiga dari pemasaran adalah memanfaatkan peluang untuk keunggulan di bagian hulu dalam rantai nilai. Salah satu contoh kasusnya ialah pengembangan kamera Canon model AE-1. Riset menyediakan informasi mengenai kebutuhan pasar yang membuat Canon mampu mengembangkan produk Global. Unsur hulu dari rantai nilai menarik manfaat dari informasi ini dan membuat Canon mampu mengembangkan produk yang seragam bentuk fisiknya yang memerlukan suku cadang lebih sedikit, berkurangnya rekayasa, persediaan yang lebih rendah, dan masa produksi yang lebih lama dari pada yang dapat diperoleh perusahaan bila perusahaan mengembangkan produk yang disesuaikan dengan kondisi unik dalam masing-masing pasar nasional.
C.
KRITERIA KEPUTUSAN, DAN ALTERNATIF STRATEGI PEMASOK
1.
Kriteria Keputusan Pemasok
Identifikasi
kriteria dalam pemilihan pemasok ini, berdasarkan dimensi kualitas menurut
teori garvin yang dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik mutu produk
dan menurut teori kotler untuk dimensi kualitas mutu pelayanan. Penjelasan
untuk masing-masing kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:
1)
Pengiriman
barang, adalah proses penyampaian barang dari produsen ke konsumen.
2) Pelayanan,
adalah usaha yang dilakukan pemasok dalam melayani kebutuhan konsumen.
3)
Produk, adalah
hasil yang terwujud barang yang ditawarkan oleh pemasok.
4) Kualitas
pemasok, adalah kemampuan pemasok dalam menjaga reputasi dan konsistensi dalam
bekerja sama dengan para konsumen. Hal ini bertujuan untuk mempermudah
kelancaran produksi.
5)
Biaya, adalah
uang yang dikeluarkan konsumen untuk memperoleh produk
2.
Alternatif Strategi Pemasok
Terdapat lima strategi yang dapat
dipilih perusahaan untuk melakukan pembelian kepada supplier yaitu adalah
sebagai berikut:
1) Banyak Pemasok
(Many Supplier)
Strategi ini memainkan antara pemasok yang satu dengan pemasok yang lainnya dan membebankan pemasok untuk memenuhi permintaan pembeli. Para pemasok saling bersaing secara agresif. Meskipun banyak pendekatan negosiasi yang digunakan dalam strategi ini, tetapi hubungan jangka panjang bukan menjadi tujuan. Dalam pendekatan ini, tanggung jawab dibebankan pada pemasok untuk mempertahankan teknologi, keahlian, kemampuan ramalan, biaya, kualitas dan pengiriman.
2) Sedikit Pemasok
(Few Supplier)
Dalam
strategi ini, perusahaan mengadakan hubungan jangka panjang dengan para pemasok
yang komit. Karena dengan cara ini, pemasok cenderung lebih memahami
sasaran-sasaran luas dari perusahaan dan konsumen akhir. Penggunaan hanya
beberapa pemasok dapat menciptakan nilai denganmemungkinkan pemasok mempunyai
skala ekonomis dan kurva belajar yang menghasilkan biaya transaksi dan biaya
produksi yang lebih rendah. Dengan
sedikit pemasok maka biaya mengganti partner besar, sehingga pemasok dan
pembeli menghadapi resiko akan menjadi tawanan yang lainnya.
3) Vertical Integration
Artinya
pengembangan kemampuan memproduksi barang atau jasa yang sebelumnya dibeli,
atau dengan benar-benar membeli pemasok atau distributor. Integrasi vertical
dapat berupa:
a. Integrasi ke
belakang (Backward Integration) berarti penguasaan kepada sumber daya, misalnya
Perusahaan Mobil mengakuisisi Pabrik
Baja.
b. Integrasi
kedepan (Forward Integration) berarti penguasaan kepada konsumennya, misalnya Perusahaan Mobil
mengakuisisi Dealer yang semula
sebagai distributornya.
4) Kairetsu Network
Kebanyakan
perusahaan manufaktur mengambil jalan tengah antara membeli dari sedikit
pemasok dan integrasi vertical dengan cara misalnya mendukung secara financial
pemasok melalui kepemilikan atau pinjaman.
Pemasok kemudian menjadi bagian dari koalisi perusahaan yang lebih
dikenal dengan kairetsu. Keanggotaannya dalam hubungan jangka panjang oleh
sebab itu diharapkan dapat berfungsi sebagai mitra, menularkan keahlian tehnis
dan kualitas produksi yang stabil kepada perusahaan manufaktur. Para anggota kairetsu dapat beroperasi
sebagai subkontraktor rantai dari pemasok yang lebih kecil.
5) Perusahaan Maya
(Virtual Company)
Perusahan Maya
mengandalkan berbagai hubungan pemasok untuk memberikan pelayanan pada saat
diperlukan. Perusahaan maya mempunyai batasan organisasi yang tidak tetap dan
bergerak sehingga memungkinkan terciptanya perusahaan yang unik agar dapat
memenuhi permintaan pasar yang cenderung berubah. Hubungan yang terbentuk dapat
memberikan pelayanan jasa diantaranya meliputi pembayaran gaji, pengangkatan
karyawan, disain produk atau distribusinya. Hubungan bisa bersifat jangka
pendek maupun jangka panjang, mitra sejati atau kolaborasi, pemasok atau
subkontraktor. Apapun bentuk hubungannya diharapkan akan menghasilkan kinerja
kelas dunia yang ramping. Keuntungan
yang bisa diperoleh diantaranya adalah: keahlian manajemen yang
terspesialisasi, investasi modal yang renadh, fleksibilitas dan kecepatan.
Hasil yang diharapkan adalah efisiensi.
Selain itu ada alternatif lain yang dapat dipakai yaitu:
1) Strategi
menentukan pemasok perusahaan internasional, mengandalkan kemampuan sendiri
atau kelompok negeri sendiri untuk pasaran dunia
2) Strategi
menentukan pemasok perusahaan multinasional, pendirian fasilitas produksi di
setiap negara tenpatnya beroperasi
3) Strategi
menentukan pemasok perusahaan global, efisiensi biaya, menetapkan pemasok
produk standar dari pabrik berukuran dunia
4) Strategi
menentukan pemasok perusahaan internasional, penentuan pemasok di negeri
sendiri dengan beberapa adaptasi oleh unit nasional
PILIHAN
STRATEGI MEMASUKI PASAR GLOBAL DAN BEREKSPANSI
A.
PASAR
GLOBAL
Pasar global adalah pemasaran berskala
seluas dunia Internasional yang terbuka bagi seluruh pelaku usaha. Peluang
pasar selalu terbuka bagi semua pelaku usaha, tak terkecuali di pasar ekspor.
Yang penting mesti kreatif dan mau berinovasi dalam mengembangkan pasar.Pelaku
bisnis yang tangguh tentu tak mudah ditenggelamkan oleh setiap perubahan
tantangan bisnis meski tantangan yang datang semakin berat. Pasar global
mengalami perkembangan yang pesat belakangan ini karena beberapa faktor, antara
lain:
1. Adanya
beberapa negara industri yang mampu menghasilkan produk berkualitas dengan
harga murah, misalnya China dan Taiwan
2. Semakin
banyak orang yang melakukan perjalanan antar negara yang secara langsung
menjadi konsumen global
3. Semakin
banyaknya transportasi antar negara yang mempermudah distribusi produk
4.
Perdagangan dunia semakin meningkat
seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dunia.
B.
EKSPOR
Ekspor dalam arti sederhana adalah
barang dan jasa yang telah dihasilkan disuatu negara kemudian dijual ke negara
lain. Ekspor adalah proses transportasi barang (komoditas) dan jasa dari suatu
negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses
ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang (komoditas) dan
jasa dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara
besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim
maupun penerima. Ekspor adalah bagian penting dari perdagangan internasional
(Wikipedia, 2008).
Jenis Ekspor
1. Ekspor
Langsung
Ekspor langsung adalah cara menjual barang secara
ekspor melalui perantara (eksportir) yang bertempat di negara lain atau negara
tujuan ekspor. Penjualan dilakukan melalui distributor dan perwakilan
perusahaan. Kelebihan dari ekspor langsung adalah produksi yang terpusat di
negara asal dan kontrol terhadap distribusi lebih baik. Kekurangannya adalah
biaya transportasi lebih tinggi untuk skala besar dan adanya hambatan
perdagangan serta proteksionisme.
2. Ekspor
Tidak Langsung
Ekspor
tidak langsung adalah cara menjual barang secara ekspor melalui perantara
(eksportir) negara asal kemudian dijual oleh perantara tersebut melalui
perusahaan manajemen ekspor (export management companies) dan perusahaan ekspor
(export trading companies). Kelebihan dari ekspor tidak langsung adalah sumber
daya produksi terkonsentrasi dan tidak perlu menangani proses ekspor secara
langsung. Kekurangannya adalah kontrol terhadap distribusi kurang dan
pengetahuan terhadap operasi di negara lain kurang.
C.
LISENSI
Lisensi merupakan pemberian izin untuk
melakukan produksi suatu produk atau jasa tertentu, yang mana produk atau jasa
itu sebelumnya telah dipatenkan oleh yang menciptakannya pertama kali. Lisensi
juga sering diartikan sebagai suatu bentuk pemberian izin untuk memanfaatkan
pertama kali. Lisensi dapat juga diartikan sebagai suatu bentuk pemberian izin
untuk menggunakan hak atas kekayaan intelektual, dimana dapat diberikan pemberi
lisensi kepada penerima lisensi dengan maksud supaya penerima lisensi dapat melakukan
aktivitas usaha atau memproduksi produk tertentu dengan memanfaatkan hak atas
kekayaan intelektual yang dilisensikan.
Dalam lisensi terdapat istilah
perjanjian lisensi, perjanjian lisensi yaitu perjanjian antara dua pihak atapun
lebih yang mana satu pihak bertindak memberikan lisensi sebagai pemilik atau
pemegang lisensi kepada pihak yang bertindak sebagai penerima lisensi, sehinga
pihak penerima lisensi dapat dengan legal memproduksi dan memasarkan
produk/jasanya. Pihak yang memberikan lisensi disebut dengan Licencor dan pihak
yang menerima lisensi disebut License.
Secara tidak langsung, istilah lisensi
telah mengarah kepada penjualan atau izin memanfaatkan hak paten dan hak untuk
menggunakan merek dagang. Tentunya pemegang lisensi (License) yang telah diberik izin oleh pemberi lisensi (Licencor) harus memproduksi produk
dengan bahan yang sama persis, kecuali untuk variasi supaya produk yang di
produksi sesuai dengan selera masyarakat yang mana pemegang lisensi
memasarkannya.
Jenis-Jenis Lisensi
Nah
berikut ini beberapa jenis-jenis lisensi diantaranya yaitu:
1. Lisensi
HKI “Hak Atas Kekayaan Intelektual”
Salah
satu jenis lisensi adalah lisensi atas hak intelektual, misalnya perangkat
lunak komputer. Pemilik lisensi memberikan hak kepada pengguna untuk memakai
dan menyalin sebuah perangkat lunak yang memiliki hak paten kedalam sebuah
lisensi. Lisensi atas hak intelektual biasanya memiliki beberapa pasal/bagian
didalamnya, antara lain syarat dan ketentuan (term and condition), wilayah
(territory), pembaruan (renewal) dan syarat-syarat lain yang ditentukan oleh
pemilik lisensi.
Syarat
dan ketentuan (term and condition) :Kebanyak lisensi dibatasi oleh jangka waktu
pemakaian. Hal ini untuk melindungi kekayaan intelektual dari pemilik lisensi,
karena sering atau adanya perubahan kondisi peraturan pemberian lisensi /
pasar. Hal ini juga melindungi pemilik lisensi dari pemakaian lisensi dengan
beberapa alamat IP (Internet Protocol) dalam satu (nomer seri) untuk satu jenis
perangkat lunak.
Wilayah
: Pembatasan wilayah adalah batasan pemakaian produk untuk digunakan dalam satu
wilayah atau regional terbatas (tertentu). Sebagai contoh, sebuah lisensi
produk atau jasa untuk daerah atau regional “Amerika Utara” (Amerika Serikat
dan Kanada) tidak dapat dipakai di Indonesia (regional Asia Tenggara), begitu
juga sebaliknya.
2. Lisensi
Massal
Lisensi massal perangkat lunak adalah lisensi dari
pemilik ke perorangan untuk menggunakan sebuah perangkat lunak dalam satu
komputer. Rincian lisensi biasanya tertuang dalam “Kesepakatan Lisensi Pengguna
tingkat Akhir” (End User License Agreement (EULA)) dalam sebuah perangkat
lunak.
Dibawah
perjanjian “EULA” ini pengguna komputer dapat melakukan instalasi perangkat
lunak dalam satu atau lebih komputer (tergantung perjanjian lisensi).
3. Lisensi
Merek Barang Atau Jasa
Pemilik lisensi dapat memberikan izin/lisensinya
kepada seseorang atau perusahaan, dengan tujuan supaya seseorang atau
perusahaan tersebut dapat menjual produk atau jasa dibawah pemilik lisensi
merek dagang tersebut.
Dengan lisensi ini maka pemakai lisensi dapat menggunakan merek dagang atau jasa lisensi tanpa adanya rasa khawatir dituntut secara hukum oleh pemilik lisensi karena sebelumnya sudah mendapat persetujuan pemilik lisensi.
4. Lisensi
Hasil Karya Seni Dan Karakter
Pemilik
lisensi dapat memberikan izin kepada seseorang atau perusahaan sehingga dapat
menyalin dan menjual hak cipta yang mengandung material seni dan karakter.
Misalnya suatu perusahaan memproduksi dan memasarkan mainan dengan karakter
doraemon, dalam memproduksi dan memasarkan mainan karakter tersebut sebelumnya
sudah mendapatkan izin dari pencipta karakter tersebut.
5. Lisensi
Bidang Pendidikan
Umumnya lisensi pada bidang pendidikan berbentuk gelar akademis, sebuah perguruan tinggi atau universitas sebagai memiliki lisensi dapat memberikan gelar kepada seseorang untuk menggunakan gelar akademisnya setelah menimba ilmu dalam kurun waktu tertentu diperguruan tinggi atau universitas tersebut atau bisa juga gelar akademis tersebut diberikan kepada seseorang sebagai suatu bentuk penghargaan.
D.
USAHA
PATUNGAN
Perusahaan patungan atau joint venture
adalah sebuah kesatuan perusahaan atau korporasi yang dibentuk antara 2 pihak
atau lebih dengan tujuan menyatukan sumber daya untuk menjalankan aktivitas
ekonomi atau proyek tertentu secara bersama-sama. Istilah nama joint venture
pertama kali digunakan pada akhir abad ke-19, bertepatan dengan pembangunan
sistem kereta api di Amerika Serikat.
Kelebihan Joint Venture
1) Mengurangi
kebutuhan modal dan sumber daya lainnya.
2) Keuntungan
perusahaan nasional dalam joint venture adalah mendapatkan tekhnologi sedangkan
perusahaan internasional memperoleh keuntungan pemasaran.
3) Dapat
meminimumkan resiko.
4) Memungkinkan
perusahaan beroprasi secara global.
Jika perusahaan swasta membentuk joint
venture dengan perusahaan negara, ada beberapa keuntungan yang diraih
perusahaan swasta, seperti kepemilikan menjadi tertutup. Bagi perusahaan
negara, keuntungannya adalah adanya akses untuk menggali dana dari penerbit
saham.
Jika perusahaan domestic membentuk joint
venture dengan perusahaan asing atau luar negeri maka perusahaan domestic dapat
memperoleh peluang mendapatkan manajemen local di negara asing.
Kekurangan Joint Venture
1) Manajer
yang harus berkolaborasi dalam joint venture operasi harian tidak terlibat
dalam pembentukan joint venture.
2) Joint
venture mungkin bermanfaat bagi perusahaan tetapi belum tentu bermanfaat bagi
pelanggan.
3) Joint
venture mungkin tidak didukung secara seimbang dari setiap pihak yang
berpartner, sehingga memunculkan problem baru.
4)
Joint venture memungkinkan mulai
timbulnya persaingan antara 1 partner dengan partner lainnya.
E.
STRATEGI
PERLUASAN PASAR
Pertumbuhan dan ekspansi bisnis adalah tujuan utama bagi sebagian besar pemilik bisnis dan pengusaha. Tapi bagaimana cara untuk memperluas bisnis di era pertumbuhan perekonomian yang lambat seperti saat ini? Terdapat 3 strategi dimana perusahaan ingin memperluas produk atau pasarnya, yaitu:
1) Strategi
penetrasi pasar, dimana hal ini dilakukan dengan cara membanjiri pasar dengan
produk baru yang belum ada dipasaran, sehingga orang atau pelanggan akan
membeli produk tersebut.
2) Strategi
pengembangan pasar, ini dilakukan bilamana perusahaan mulai mencari saluran
baru atau wilayah baru untuk pasar produknya yang belum tersentuh dari produk
tersebut.
3) Strategi
pengembangan produk, strategi ini dilakukan bilamana perusahaan telah melakukan
dua strategi sebelumnya dimana produk sebelumnya dilakukan diversifikasi atau
penemuan turunan dari produk tersebut.
F.
PENENTUAN
POSISI PASAR
Kotler dan Armstrong (1997: 249)
menyatakan penentuan posisi pasar sebagai perancangan posisi produk dan citra
perusahaan sehingga menempati tempat khusus dan dihargai dalam benak
pelanggannya. Hermawan Kartajaya dkk. (2003: 51) mendefinisikan penentuan
posisi pasar sebagai strategi untuk mengarahkan pelanggan dengan membangun rasa
kepercayaan, percaya diri, dan kompetensi untuk pelanggan sehingga menciptakan
sebuah eksistensi di benak pelanggan dan memimpin mereka secara kredibel.
Posisi produk adalah cara bagaimana produk didefinisikan oleh konsumen atas
dasar ciri-ciri penting atau tempat yang diduduki produk dalam benak konsumen
relatif terhadap produk pesaing. Proses penetapan posisi produk terdiri atas
tiga langkah, yaitu:
a.
Mengidentifikasi
Keunggulan Bersaing Yang Mungkin
Keunggulan bersaing adalah keunggulan
terhadap pesaing yang diperoleh dengan menawarkan nilai yang lebih besar kepada
konsumen, baik melalui harga lebih murah maupun dengan memberikan manfaat
produk yang lebih banyak sehingga sesuai kalaupun harganya tinggi. Perusahaan
dapat membedakan penawarannya dari pesaing dengan cara berikut:
1) Diferensiasi
produk; perusahaan membedakan fisik produknya. Selain fisik produk, perusahaan
dapat membedakan produknya dalam hal kinerja, desain, konsistensi, daya tahan,
keandalan, dan kemudahan reparasi.
2) Diferensiasi
jasa; perusahaan melakukan pembedaan melalui jasa yang menyertai produk. Dalam
hal ini perusahaan melakukan penjualan produk dengan memberikan layanan purna
jual mulai dari pendidikan produk, jasa pengiriman, hingga jasa perbaikan
produk terhadap konsumennya.
3) Diferensiasi
personil; perusahaan memperoleh keunggulan bersaing yang kuat dengan
mempekerjakan dan melatih orang-orang yang lebih baik dibanding pesaingnya.
4) Diferensiasi
citra; perusahaan bekerja untuk membangun citra yang membedakan mereka dari
pesaing.
Citra perusahaan seharusnya menyampaikan
sebuah pesan tunggal dan unik yang mengkomunikasikan manfaat dan penentuan
posisi utama produk.
b.
Memilih
Keunggulan Bersaing Yang Tepat
Ketika suatu perusahaan menemukan
beberapa potensi keunggulan bersaing, perusahaan tersebut harus memilih
keunggulan bersaing yang di atasnya dapat dibangun strategi penentuan posisi.
Perusahaan harus memutuskan berapa banyak diferensiasi yang akan dipromosikan
dan yang mana.
1) Berapa
banyak perbedaan yang dipromosikan; ketika dua atau lebih perusahaan mengklaim
dirinya sebagai yang terbaik pada ciri yang sama, adalah penting bagi
perusahaan untuk memposisikan dirinya pada lebih dari satu faktor pembeda.
2) Perbedaan mana yang dipromosikan; tidak setiap perbedaan adalah alat pembeda. Setiap perbedaan memiliki potensi untuk menciptakan biaya sebagaimana keuntungan. Perusahaan harus hati-hati memilih cara yang akan membedakan dirinya dari pesaing.
c.
Mengkomunikasikan
Posisi Yang Telah Dipilih
Setelah menetapkan posisi produknya,
perusahaan harus mengambil langkah-langkah pasti untuk mengkomunikasikan posisi
yang diinginkan kepada konsumen sasaran. Seluruh upaya bauran pemasaran
perusahaan harus mendukung strategi penentuan posisi. Menentukan posisi
perusahaan membutuhkan tindakan nyata, bukan sekedar bicara. Jika telah
memutuskan untuk membangun posisi pada mutu dan pelayanan yang lebih baik,
perusahaan harus menyampaikan posisi itu.
Sumber :
http://virellp.blogspot.com/2019/06/tantangan-dalam-menentukan-pemasok.html
https://www.pengadaanbarang.co.id/2020/11/analisis-value-chain.html
https://medium.com/@rimaprihirsa27/media-dan-pasar-global-874f5cac7108
https://www.academia.edu/28653089/Rantai_Nilai_dan_Tiga_Macam_Peran_Strategis_Pemasaran_Global
http://sarahnabilaiswah.blogspot.com/2020/
https://www.hestanto.web.id/ekspor/
https://www.dosenpendidikan.co.id/lisensi/
https://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_patungan
https://www.gomarketingstrategic.com/penetapan-pasar-sasaran-dan-penentuan-posisi-pasar/
Komentar
Posting Komentar